Halaman Depan
Berita
Profil
AD & ART
Forum Diskusi
Info Kuliah
Links
Kontak Kami
Email
Foto Gallery
Kegiatan
No Latest Events
Nahdlatul Ulama
Links
Ibu Hasanah: “Pihak laki-laki yang tidak siap…!”

Siapakah yang mau diperlakukan tidak adil? Sudah pasti tak seorang pun. Namun seberapa jauh keadilan ini bisa dirasakan bagi kaum hawa dalam menuntut ilmu. Edisi ini Al-Nahdlah telah berhasil beranjangsana dengan dengan ibu yang punya nama lengkap Hasanah Ubaidillah Masturi dan terlahir 35 tahun silam di Palembang, untuk melihat lebih jauh kiprah wanita di dunia pengetahuan dan problematikanya. Wanita yang sedang menyelesaikan S2 di IIU Islamabad jurusan Hadist bersama suami tercintanya ini menerima Al-Nahdlah dengan welcome dan enjoyable.

Berikut ini petikan wawancaranya AN: Al-Nahdlah dan HM:Ibu Hasanah Masturi.   

AN: Islam secara eksplisit tidak membedakan jenis kelamin dalam mencari ilmu. Sejauh mana pandangan Ibu terhadap fenomena wanita dalam menuntut ilmu?  

HM: kalau menurut saya mencari ilmu itu memang kewajiban, artinya jangan sampai di hari kiamat ketika dimintai pertanggungjawaban di akherat nanti, udhur kita adalah tidak tahu. Itu tidak diterima apalagi sarana dan fasilitas mendukung kita. Dan ini tidak terlepas laki-laki dan perempuan dalam menuntut ilmu hingga menutup mata.  

AN: Itu bisa diartikan bahwa Aljhlu biddin/ bilillm(buta agama) itu tidak bisa diterima?

HM: ya, tidak bisa dibuat alasan, apalagi sekarang ini semua fasilitas sudah mendukung. Kalau zaman dulu aja orang susah mencari ilmu dan perlu waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hanya untuk jalannya saja apalagi mencari ilmunya,  mungkin sekarang hanya masalah dana yang kadang-kadang banyak menjadi kendala, tapi ini yang berkaitan dengan masalah akademis. Tapi kalao meraka mencari ilmu yang sifatnya otodidak itu siapa saja bisa melakukan. Dan itu tidak ada udhur. 

AN: kalau tadi aljahlu biddin tidak bisa diterima, Tapi sekarang adakah kemurahan suatu ilmu yang orang bisa ditolerir untuk tidak tahu. Adakah klasifikasi ilmu seperti itu? 

HM: pertama-tama orang harus mengetahui pengetahuan dharurat agamanya  yaitu almaklum minaddin biddharurah (pengatahuan agama yang semua orang harus tahu: wajib,halal dan haram dll) dan ini jelas ilmu yang tidak bisa diterima(ditolerir) kalau orang tidak tahu. Tapi disana ada ilmu  dharurat lain yang sifatnya mendesak, seperti bahan kimia itu berbahaya, kalau api berbahaya sepertinya semuanya sudah pada tahu, tapi kalau bahan kimia itu berbahaya banyak orang tidak tahu. Padahal mestinya dia harus tahu. Karena tuntutan zaman menuntutnya seperti itu.  

AN: apakah kita bisa memberikan kualifikasi bahwa ilmu yang wajib kita ketahui itu adalah ilmu-ilmu yang ushul (fundamental) saja tapi ilmu yang boleh tidak diketahui adalah ilmu-ilmu furu' (particular)? 

HM: bisa, tapi tergantung orang yang memakainya. Artinya Ushul dan Furu' dalam hal ilmu secara umum, bukan ushul dan furuk dalam hal fiqh. Karena ini lain lagi masalahnya.  

 AN: adakah batasan-batasan ilmu tertentu wanita tidak boleh menorobosnya alias tidak perlu terlalu jauh untuk tahu?  

HM: ya itu tergantung kemampuan dan kondisi. Karena baik laki-laki maupun perempuan punya keluarga yang sedikit banyak cukup berpengaruh. Tapi kalau kondisi keluarganya memungkinkan dan dia punya kemampuan otak cukup cemerlang kenapa mesti berhenti kan?!. Dan ini bahkan sebuah nikmat yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Karena ini adalah nikmat yang dihari kiamat nanti akan dimintai pertanggungjawabanya. Dan menurut saya ini tidak ada batasan.  

AN: pandangan ibu, adakah diantara kaum hawa yang punya kiprah secara konkrit dalam bidang ilmu pengetahuan? 

HM: hmm..mungkin karena saya tidak terbiasa menghafal sejak kecil, jadi kadang-kadang kalau soal nama itu saya suka lupa. Tapi yang jelas mudah kita ingat adalah kiprah ummahatul mukminin(istri-istri Nabi Muhammad red)karena mereka adalah muhaddisin(menjadi sumber riwayat hadist) dan ada juga sahabat-sahabat perempuan Nabi yang ahli dalam bidang pengobatan. Dan disamping itu tidak sedikit pula perawi hadist dari wanita. Bahkan saya pernah baca, Ibnu Hajar Asqolani sebagai seorang perawi besar Islam diantara gurunya ada dua orang perempuan yang ia sebutkan dan masih banyak lain yang tidak disebutkan. Ini yang jarang terekspos.  

AN: ini menarik juga kalau dibahas secara lebih luas tentang kontribusi wanita ini,dan kapan-kapan kalau NU punya acara Ibu tidak keberatan kan kalau diundang sebagai narasumbernya? 

HM: ya, InsyaAllah, tapi ya tergantung kondisi juga, karena keluarga adalah priorotas, disamping itu juga kemampuan saya juga agak terbatas. Namun ini juga ada masanya,ketika anak-anak saya sudah menjadi besar mungkin saya banyak diluar juga, karena kita dituntut juga berperan dalam masyarakat.

 AN: banyak orang mungkin sering terjebak dengan sebuah anggapan bahwa orang hebat adalah laki-laki, dan mengesampingkan peran wanita, apakah kira-kira karena wanitanya sendiri yang kurang pro aktif mempromosikan pemikiranya tersebut atau ada sebab lain. Pandangan ibu dimana letak kesalahan ini? 

HM: ya kita mungkin kembali kepada masalah kesempatan dan prioritas,kalau memang wanita dari kecil dididik cinta ilmu dan didukung dalam lingkungan yang ilmiyah saya kira ceritanya akan lain. Kendala utama memang banyak tersedot kepada urusan keluarga itu sendiri yang tidak bisa ditinggalkan. Kalau seumpama tugas-tugas wanita dalam keluarga bisa diringankan dengan adanya pembantu mungkin banyak waktu buat wanita untuk berkiprah di luar. Karena kalau seumpama ada perempuan melalaikan keluarga itu itu lebih kepada ego  dan ambisi pribadi. Dan untuk mencetak orang besar tidak mungkin dari keluarga yang broken home. Dan sebaliknya kalau sebuah masyarakat didukung dengan keluarga harmonis saya kira akan banyak lahir orang-orang besar walaupun peran wanita dalam keluarga tersebut kurang dikenal kiprah dan populiratasnya di luar. Artinya kalau wanita tidak mampu berkiprah keluar ya jangan dipaksakan keluar,karena efek negatifnya lebih banyak.  

AN: pandangan ibu terhadap suara-suara yang meneriakkan feminisme dan tuntutan kesamaan gender dalam hak dan kewajibanya? 

HM: ya kita kembali kepada suatu kaidah: likully maqolin maqom (setiap ucapan/tuntutan perlu melihat kondisi sosial masyarakat) kalau dia bicara seperti itu dan memang perlu mendapatkan suntikan pemikiran seperti itu saya kira tidak apa-apa. Tapi kalau bagi wanita-wanita muslimah itu agaknya kurang pas menurut saya. Saya juga melihat rakyat Indonesia mengalami pembodohan dan tidak siap meneriam pemikiran seperti ini yang akhirya menerimanya dengan mentah-mentah. Dan ini bukan hanya feminisme tapi pemikiran lain juga. Kuncinya memang harus ada pembelajaran dan ilmu. Karena tidak ada yang bisa merubah sebuah kondisi kecuali ilmu. Walaupun mungkin sepertinya sih, solusi yang paling mudah adalah perbaikan ekonomi, tapi itu sebetulnya perbaikan yang sifatnya dangkal dan tidak mengakar. Kalau perbaikan yang mengakar ya perbaikan yang bersentuhan dengan ilmu, pendidikan dan pembelajaran. Tapi ini memang perlu waktu lama. 

 AN: pernahkah terbesit semacam gugatan terhadap dominasi laki-laki dalam dunia pemikiran dan keilmuan? 

HM: ini mungkin berangkat dari ketidakpahaman  kaum lelaki itu sendiri dalam tugas dan kewajibanya. Karena banyak para suami membiarkan istrinya tidak tahu apa-apa alias kaum pria tidak suka kalau punya istri pintar. Karena takut nanti disaingi(dikontrol) atau direndahkan dan ini lebih condong kepada egoisme saja. Padahal menurut saya wanita tidak begitu. Kalau memang istri tersebut sholehah pasti tahu hak dan kewajibannya. Jadi ketimpangan yang terjadi lebih bersumber dari ketidakpahaman, akhirnya kaum prianya yang berstatus sebagai ayah tidak memberikan perhatian yang cukup kepada anak putrinya, dengan kata lain janganlah membedakan anak laki-laki atau perempuan dalam menuntut ilmu. Kondisi inilah yang saya lihat di Pakistan. Para suami tidak memberikan izin kepada istrinya keluar untuk mencari ilmu(perspektif fiqh wanita), padahal suaminya tidak punya ilmunya 

AN: sepintas bagaimana ibu melihat potensi keilmuan mahasiswi putri di Islamic ini?

HM: sepengetahuan saya dulu putri itu tidak punya wadah khusus, tapi sekarang ini mereka membuat wadah dan kegiatan sendiri. Kalau seumpama diantara mereka saja tidak ada diskusi, kemudian ada acara putra-putri, mereka diam saja, dan ini yang lihat maka setelah pulang ke Indonesia, mereka akan bingung. Padahal mereka bisa dipastikan akan menjadi ustadhah. Karena kalau tidak diciptakan suasana ilmiyah semenjak dini mereka akan kelabakan atau paling tidak perlu adaptasi lama. Padahal masyarakat tidak paham kalau kita perlu adaptasi, karena bagi mereka kalau pulang ke Indonesia berarti sudah siap pakai. 

AN: pandangan ibu tentang  wanita adalah sumber fitnah sehingga menghambat kaum hawa untuk tampil di publik? 

HM: menurut saya, ini perlu dikondisikan dulu, tapi kadang-kadang pihak putranya yang tidak siap dan bukan semata-mata putrinya.  Saya berpendapat ketika ada anak putri mau berbagi ilmu dan memiliki kemampuan yang tidak dimiliki kaum laki-laki, kenapa mereka tidak boleh menyampaikan..!? dan bukan semata karena menampilkan “iniloh saya” karena menyebarkan ilmu adalah kewajiban dan amar makruf nahi mungkar juga kewajiban putra dan putri bukan hanya putra.  

AN: kongkritnya, untuk menghindari khouful fitnah?

HM: harus punya kemampuan dan ada yang dia sampaikan. Artinya selama batasan-batasan syar’i (agama) itu terjaga, kenapa tidak. Karena kendati sendirian pun, namanya syetan pasti selalu hadir dalam lintasan-lintasan hati.  

AN: terakhir mungkin Ibu bisa memberikan pesan atau motivasi untuk teman-teman putri atau kaum wanita secara luas? 

HM: ya, tumbuhkan untuk berlomba dalam kebaikan. Karena masa sebelum menikah adalah masa mencari ilmu sebanyak-banyaknya dengan cara aktualisisi dan membina diri. Saya ingin adik-adik putri, kalau mereka bisa menjadi pakar dalam ilmunya, subhanallah, saya tidak akan iri dan ikhlas betul dan sebaliknya saya betul-betul sedih kalau ada anak putri yang do nothing, sepertinya menyedihkan betul. Saya ingin wanita juga diberikan kesempatan untuk tumbuh dalam suasana ilmiah.. Karena rahmat bagi seluruh alam adalah dengan ilmu.[af]

Comments
Add NewSearchRSS
GHD
polaris (IP:220.178.103.xxx) 2010-08-05 14:21:18

Cheap Ghd Hair Straighteners For Sale

Louis Vuitton (LouisVuitton) (1821 年 8 月 4 日 -1,892 on February 27), the French fashion history's most outstanding masters of design.

He opened in Paris in 1854, named his own shop in the first suitcase.

Buy cheap GHD Mk4

A century later, "Louis Vuitton" luggage and leather goods in the field to become the first worldwide brand, but also become a symbol of high society.

The value of its brand as our people in mind Liquor, Beja, like poetry Dayton cosmetics.

ugg australia boots
uggboots
myuggsite (IP:120.33.239.xxx) 2010-08-16 07:43:10

ugg boots uk
discount ugg boots
classic ugg boots
ugg boots sale
cheap ugg boots
Financial foundation
UGG Bailey Button Boots 5803
UGG Classic Argyle Knit Boots
UGG Classic Cardy Boots 5819
UGG Classic Crochet Boots 5833
UGG Classic Mini Boots 5854
UGG Classic Short Boots 5825
UGG Classic Short Metallic Boots
UGG Classic Sundance II Boots
Anonymous (IP:114.135.26.xxx) 2010-08-27 13:04:48

You have found one of the biggest electronics replica centers Replica Watches price very cheap or.some good are Designer handbags . or replica handbags all made for you choose. and at our sit is very cheap .replica handbags our sales base on the good quality .knock off handbags and or wait for your choose.
good Bally Handbags and Chloe Handbags who provide all kinds of high quality and low price
fake handbags|Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton|Gucci handbags|replica Gucci handbags|Prada handbags|replica watches|replica rolex|rolex replica|fake rolex|cheap rolex|rolex watches|REPLICA WATCHES|Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton|Gucci handbags|Prada handbags|Buy high quality Hermes handbags|Burberry handbags|Chanel handbags|Mulberry handbags with EMS free shipping worldwide at low factory price fake handbags|Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton|Gucci handbags|Prada handbags|Hermes handbags|replica Hermes handbags Online shopping for handbags: |Burberry handbags|replica Burberry handbags|Chanel handbags Over 8000 styles of Handbags and Purses priced under $85.Designers Handbags of all top famous labels hot sale online
|knock off designer handbags|knock off handbags|replica handbags|knock off Louis Vuitton|Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton handbags|replica Louis Vuitton|fake Louis Vuitton handbags|Monogram Canvas|Gucci bags|replica Gucci|replica Gucci handbags
http://www.oxpdf.com/
mucheng (IP:221.221.13.xxx) 2010-09-07 10:50:57

PDF Creator
DjVu to PDF Converter
RTF to PDF Converter
TIFF to PDF Converter
PDF Creator can creat PDF document files from Microsoft Office 2003/2007/2010 (Word, Excel, PowerPoint), image (JPEG, GIF, TIFF, PNG, BMP), Text, RTF, CHM, DjVu and more printable files.
Write comment
Name:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Security Image

Powered by JoomlaCommentCopyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.Homepage: http://cavo.co.nr/

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Foto Gallery
Artikel - Artikel
Wawancara
Renungan
Sastra